Contoh Makalah Pengaruh Pergaulan Remaja Terhadap Kepribadian
Posting DEDE SAMSUDIN
Pengaruh Pergaulan Remaja Terhadap Kepribadian
BAB 1
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Masa remaja merupakan masa yang paling menentukan dalam kehidupan seseorang. Saat seseorang memasuki masa remaja maka ia akan menjadi lebih labil. Karena pada masa remaja seseorang akan mulai membentuk karakter serta kepribadiannya. Karakter dan kepribadian seseorang dapat terbentuk dari apa yang dilakukan remaja dalam kesehariannya. Dapat juga terbentuk dari keluarga, lingkungan, pendidikan, dan pergaulannya. Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang pengaruh pergaulan remaja terhadap pembentukan kepribadian.
Masa remaja dapat dikatakan sebagai masa pencarian jati diri. Dalam masa ini seseorang akan mulai mencari jati dirinya. Namun dalam masa pencarian jati diri ini, remaja sering salah memilih teman dalam pergaulan. Akibatnya, banyak remaja yang terjerumus dalam hal-hal negatif dan bersifat merusak. Tidak hanya merusak dirinya sendiri, namun juga merusak masa depannya serta mencoreng nama baik keluarga serta sekolahnya. Untuk itu kita harus berhati-hati dalam memilih teman.
TUJUAN
Adapun tujuan dibuatnya makalah ini antara lain, yaitu:
1. Agar remaja berhati-hati memilih teman bergaul yang baik
2. Supaya remaja tidak memiliki kepribadian yang negatif
3. Agar remaja bisa menjaga dan memelihara pergaulan yang baik
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan referensi yang telah dikumpulkan maka dapat dibuat rumusan masalah seperti berikut:
1. Pengertian Berteman dan Bergaul
2. Berhati-hati dalam Memilih Teman
3. Pergaulan dan Kepribadian
4. Menjaga dan Memelihara Pergaulan
BAB 2
PEMBAHASAN
Pengertian Berteman dan Bergaul
Berteman menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya berkawan, bersahabat, tidak seorang diri; ada temannya, berbagi dan beriring. Sedangkan pertemanan berarti perihal berteman. Sedangkan bergaul menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya hidup berteman atau bersahabat. Sedangkan pergaulan berarti perihal bergaul; kehidupan bermasyarakat.
Berhati-hati Dalam Memilih Teman
Sebuah pertemanan atau pergaulan merupakan sebuah karunia. Akan tetapi dalam bergaul atau bersahabat kita harus berhati-hati karena ada sahabat yang berteman karena harta, kedudukan, tendensi dunia, sekedar mengobrol saja, dan ada juga yang bersahabat karena kepentingan agama yang ingin mengambil faidah dari ilmu dan amalnya, bersahabat karena memiliki hobi yang sama atau hanya karena butuh pertolongannya saja, tapi ada juga sahabat yang selalu menyusahkan kita saja sehingga mendera jiwa dan kehidupan kita.
Mencari teman itu tidak terlalu sulit. Begitu juga dengan bergaul dan bersahabat dengan orang lain. Akan tetapi mencari sahabat sejati, sahabat yang bersedia ada dalam suka dan duka tidaklah mudah. Karena pertemanan yang indah saat diri kita menjadi pilihan kebutuhan jiwa teman kita. Sejatinya pergaulan itu akan mendatangkan sikap saling memberi, menerima, menutupi sehingga terbuka lebar bagi setiap sahabat untuk saling tolong-menolong, saling menasehati dan tidak memaksa. Karena bila kita memaksa sesuatu kepada teman kita maka sesungguhnya kita telah berlaku zhalim atas diri teman kita.
Ikatan pergaulan hakiki tidak akan terwujud kecuali dari ketulusan dan keluhuran iman yang tertanam di lubuk hati orang-orang yang bebas berkehendak dan mempunyai persepsi yang benar, serta dibarengi aplikasi yang sempurna dan menyeluruh terhadap perintah Allah swt, karena mengharapkan rahmat dan pahala dariNya.
Ikatan itu juga tidak akan muncul kecuali dari jiwa yang diliputi iman yang mendarah daging di dalamnya; jiwa yang tidak mengenal Tuhan selain Allah, tidak bersandar kepada kekuatan selain kekuatanNya, serta tidak mengenal rasa khawatir kecuali saat ia melakukan maksiat kepadaNya. Jiwa seperti itu berjalan menuju superioritas iman di antara manusia, tidak mengakui semua apa yang bertentangan dengan kehendak Allah maupun ia dijauhi oleh semua orang di muka bumi ini. Inilah yang kita sebut dengan pergaulan dalam ketakwaan di mana ada pertautan nilai-nilai spiritual yang dianugerahkan Allah kepada hati-hati setiap manusia. Inilah sebenarnya yang terbaik buat kita. Sebab kedekatan pergaulan itu tidak hanya ada di dunia tapi juga di akhirat. Sehingga pergaulan kita mendapat rahmat dariNya dan mendatangkan naunganNya di padang mahsyar yang panas.
Oleh sebab itu kita harus berhati-hati dalam berteman dan bergaul. Ibnu Qudama Al Maqdsi mengingatkan, “Ketahuilah tidak dibenarkan seseorang mengambil setiap orang jadi sahabatnya, tetapi dia harus mampu memilih kriteria-kriteria orang yang dijadikan teman, baik dari segi sifatnya, perangainya atau lainya, yang bisa menimbulkan gairah berteman, dan sesuai pula dengan manfaat yang bisa diperoleh dari persahabatan tersebut”.
Pergaulan dan Kepribadian
Setiap interaksi pergaulan yang intens kepada seorang teman akan membawa pengaruh. Karena sifat, sikap, tingkah laku jika bersentuhan dengan pribadi seseorang maka akan memberikan dampak bagi orang tersebut. Perilaku yang buruk biasanya akan lebih cepat menular kepada pembentukan kepribadian seseorang. Ibarat penyakit menular yang akan menjangkiti siapapun yang berada didekatnya. Sebagai contoh, bila kita bergaul dengan anak-anak punk maka kita bisa ikut-ikutan menjadi anak punk, bila kita bergaul dengan para motivator maka hidup kita akan berubah menjadi semangat motivasi, jika kita bergaul dengan orang shalih maka kita bisa menjadi anak yang shalih, jika kita bergaul dengan para penulis maka kemungkinan besar kita pun bisa menjadi seorang penulis, jika kita bergaul dengan orang yang suka mencuri maka perilaku kita bisa menjadi seperti seorang pencuri, dan lain-lain.
Hal tersebut juga sesuai dengan hadits Rasulullah, “Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik (shalih) dan teman yang jahat adalah seeprti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau membeli darinya, atau engkau akan mencium aroma harumnya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu, atau engkau akan mencium bau darinya yang tidak sedap.”(HR. Bukhari)
Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam bergaul. Terutama pada masa remaja, di mana kondisi masa remaja ada peningkatan rasa ingin tahu terhadap sesuatu hal. Remaja sangat mudah tertarik pada “bagaimana sesuatu bekerja”. Bila kurangnya informasi, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman, maka akan menimbulkan banyak masalah. Di sinilah seorang yang kreatif diperlukan. Karena seorang yang kreatif mempunyai rasa ingin tahu tahu yang besar. Kita semua berpotensi untuk menjadi orang yang kreatif. Jika kita yakin pada diri sendiri bahwa kita adalah orang yang kreatif maka kita akan menemukan cara yang kreatif untuk mengatasi setiap masalah yang kita hadapi. Sehingga kita menjadi manusia yang bijak dalam menyikapinya. Kreatif kita dalam bergaul juga harus kita perhatikan sehingga kita bisa memilih-milih teman yang layak menjadi teman kita.
Akan tetapi bila kreativitas kita yang tinggi digunakan untuk hal-hal yang tidak baik maka akan terjadi suatu tindakan keburukan. Oleh karena itu setiap orang perlu dibekali pembelajaran agama, pembinaan dari orangtua di rumah agar mendekatkan anak-anaknya dalam kebaikan, dalam mengingat kepada Allah dan setiap remaja harus berperilaku akhlak yang mulia dan terpuji. Sehingga selalu memilih pikiran yang positif, kreatif dan bijak agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Ingatlah bahwa setiap apa yang kita perbuat, Allah selalu melihat perbuatan kita itu. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam bergaul. Jika teman kita mempunyai sifat atau kebiasaan yang umumnya tidak disukai orang lain dan bisa menghambat pergaulannya maka menjadi kewajiban kita untuk segera mengingatinya. Namun dalam memberi nasehat juga harus pake etika dengan memilih situasi dan waktu yang tepat. Sehingga teman kita tidak salah paham terhadap kita.
Hal tersebut juga sesuai dengan hadits Rasulullah, “Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik (shalih) dan teman yang jahat adalah seeprti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau membeli darinya, atau engkau akan mencium aroma harumnya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu, atau engkau akan mencium bau darinya yang tidak sedap.”(HR. Bukhari)
Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam bergaul. Terutama pada masa remaja, di mana kondisi masa remaja ada peningkatan rasa ingin tahu terhadap sesuatu hal. Remaja sangat mudah tertarik pada “bagaimana sesuatu bekerja”. Bila kurangnya informasi, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman, maka akan menimbulkan banyak masalah. Di sinilah seorang yang kreatif diperlukan. Karena seorang yang kreatif mempunyai rasa ingin tahu tahu yang besar. Kita semua berpotensi untuk menjadi orang yang kreatif. Jika kita yakin pada diri sendiri bahwa kita adalah orang yang kreatif maka kita akan menemukan cara yang kreatif untuk mengatasi setiap masalah yang kita hadapi. Sehingga kita menjadi manusia yang bijak dalam menyikapinya. Kreatif kita dalam bergaul juga harus kita perhatikan sehingga kita bisa memilih-milih teman yang layak menjadi teman kita.
Akan tetapi bila kreativitas kita yang tinggi digunakan untuk hal-hal yang tidak baik maka akan terjadi suatu tindakan keburukan. Oleh karena itu setiap orang perlu dibekali pembelajaran agama, pembinaan dari orangtua di rumah agar mendekatkan anak-anaknya dalam kebaikan, dalam mengingat kepada Allah dan setiap remaja harus berperilaku akhlak yang mulia dan terpuji. Sehingga selalu memilih pikiran yang positif, kreatif dan bijak agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Ingatlah bahwa setiap apa yang kita perbuat, Allah selalu melihat perbuatan kita itu. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam bergaul. Jika teman kita mempunyai sifat atau kebiasaan yang umumnya tidak disukai orang lain dan bisa menghambat pergaulannya maka menjadi kewajiban kita untuk segera mengingatinya. Namun dalam memberi nasehat juga harus pake etika dengan memilih situasi dan waktu yang tepat. Sehingga teman kita tidak salah paham terhadap kita.
Menjaga dan Memelihara Pergaulan
Dalam berteman juga kita harus mampu menahan diri dari segala jenis rahasia sahabat kita. Semakin dekat diri kita maka semakin banyak rahasia tentang pribadi dirinya yang kita ketahui, segala jenis informasi tentang kepribadian, watak, karakter, kebaikan bahkan sampai aib dan celanya pun di ketahui. Sebab orang terdekat biasanya tidak segan-segan membicarakan tentang hal dirinya kepada sahabatnya. Begitu juga dalam hal memuji sahabat kita. Kadang pujian itu bernilai kebaikan untuk memotivasinya tapi kadang pujian itu akan berdampak negatif yang menjerumuskannya ke dalam perbuatan tercela, sombong dan angkuh. Oleh sebab itu, ketika memuji sahabat kita jangan berlebihan dan usahakan tidak memujinya di depan orang banyak. Rasulullah melarang kita melakukan hal itu. Ada sebuah hadist mengatakan memuji seseorang di depan orang banyak sama halnya kita telah memenggal lehernya. Kita harus menghargai sahabat kita sendiri. Karena di sinilah akan timbul pertemanan yang hakiki. Akan tetapi, menceritakan kebaikan seorang sahabat kepada orang lain itu meruapkan sebuah hal yang sangat bagus karena itu ibarat sebuah rekomendasi agar orang lain mau berteman dengan sahabat kita. Maka jagalah dan peliharalah pergaulan kita, sehingga tidak meruntuhkan arti sebuah kepercayaan dari pergaulan antar sahabat itu.
BAB 3
PENUTUP
Saran
Remaja adalah generasi penerus bangsa. Apabila moral remaja buruk maka nasib bangsa mungkin juga akan kacau kedepannya. Untuk itu kita harus membentuk moral dan kepribadian remaja dengan akhlak kharimah. Membentuk kepribadian yang baik dapat dilakukan sejak dini, antara lain selalu mendekatkan diri pada Tuhan agar tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang bersifat negative serta merusak. Dan juga kita harus pandai memilih teman dalam pergaulan. Jangan sampai teman kita tersebut menjerumuskan kita pada hal-hal yang dapat merusak diri kita sendiri. Ada baiknya jika kita dapat memberikan pengaruh positif terhadap teman kita.
Kesimpulan
Kita sebagai manusia harus saling tolong-menolong dalam hal kebaikan. Kita harus pandai memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Teman adalah seseorang yang sangat kita butuhkan. Namun teman juga bisa menjerumuskan kita pada hal-hal yang kurang bermanfaat bahkan merusak diri kita serta masa depan kita. Untuk itu kita harus hati-hati dalam berteman. Karena teman bisa memberikan efek negatif pada kepribadian kita. Namun jangan sampai juga kita membuat kepribadian teman kita menjadi buruk. Kita harus saling menjaga dan memelihara ikatan pertemanan kita. Jangan sampai ikatan ukhuwah/persahabatan yang sudah terjalin secara positif dapat rusak karena ego kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar